Demi Harga Diri, Persebaya Pantang Tumbang di Tangan Persija

Persebaya Surabaya  ketika menghadapi Persija Jakarta.Tim kebanggaan Arek Suroboyo ini tidak mau kehilangan poin di kandang.

Salah satu alasannya karena Persebaya mau mengamankan posisi. Karena meskipun sudah mengantongi 35 poin, tim berjuluk Green Force ini merasa belum aman karena persaingan yang cukup ketat di papan klasemen.

Artinya walaupun kita menyisakan enam laga, tapi kami ingin segera aman. Artinya sangat penting meraih poin tiga dari pertandingan besok,kata Pelatih Persebaya, Djadjang Nurdjaman dalam sesi jumpa pers.

Ditambah lagi pertandingan melawan Tim Macan Kemayoran juga dibumbui rivalitas yang cukup tinggi. Sehingga demi menjaga harga diri Persebaya, wajib bagi tim berjuluk Green Force tersebut untuk menang di kandang.

Rivalitas antara Persebaya dan Persija saya pikir cukup buat pemain punya rasa harga diri, bisa dikatakan boleh dikalahkan tim lain, tapi jangan kalah sama Persija,tegasnya.

Untuk itu, pantang bagi Persebaya menampilkan permainan bertahan. Meskipun ia menyadari bahwa harus ada keseimbangan antara serangan dan pertahanan karena Persija memiliki beberapa pemain membahayakan di depan.

Yang jelas kita butuh poin tiga yang kita kejar, artinya kita tidak bisa main bola defensif, pasti kita akan keluar menyerang,imbuh Djanur.

Namun tentunya karena di Persija ada sosok yang berbahaya di depan, ada Marko Simic, ada Novri Setiawan,ada Ramdani Lestaluhu, saya pikir kita harus tetap konsen kepada pertahanan juga,tandasnya.

Persiapan Mepet Indonesia Jelang Piala AFF 2018 Tidak Buat Bayu Pradana Risau

Gelandang timnas Indonesia Bayu Pradana mengaku tidak merisaukan persiapan skuat Merah Putih yang terbilang mepet jelang terjun ke Piala AFF 2018.

Timnas Indonesia tergabung dalam Grup B di ajang ini. Lawan-lawan mereka adalah Thailand, Filipina, Timor Leste dan Singapura.

Grup itu terbilang berat karena ada Thailand yang begitu perkasa di kawasan Asia Tenggara. Namun demikian persiapan Indonesia untuk terjun ke ajang ini justru terbilang pendek dan bahkan minim uji coba.

Namun demikian, hal itu tak membuat Bayu merasa cemas. Sebab menurutnya sebagian besar pemain timnas sudah pernah berlatih bersama dalam masa persiapan untuk tampil di Asian Games 2018 bulan Agustus lalu.

Kalau dibilang mepet, iya.Karena kita cuma ada 2 kali ujicoba sebelum ke Piala AFF 2018,ujar gelandang Mitra Kukar ini.

Tetapi komposisi pemain AFF tahun ini hampir semuanya pemain-pemain yang ada di Asian Games 2018 kemarin,yang sudah berkumpul cukup lama untuk persiapannya. Jadi tidak terlalu banyak berubah,tutur Bayu.

Dalam kesempatan yang sama, Bayu juga sempat menyinggung perbedaan amunisi timnas di Piala AFF edisi tahun 2016 dengan edisi tahun 2018. Menurutnya kedua tim sama-sama punya kelebihan,namun yang membedakan hanya masalah usia saja.

Mungkin di Timnas saat 2016 banyak dihuni pemain-pemain senior, dan di tahun 2018 ini,banyak pemain muda yang sangat berkualitas,serunya.

Menang 3 Kali Beruntun, Real Madrid Sejatinya Masih Krisis

Real Madrid telah mencatatkan tiga kemenangan beruntun usai takluk 1-5 dari Barcelona, 28 Oktober lalu. Namun, bukan berarti Real Madrid sudah terbebas dari krisis.

Teranyar,Los Blancos, sebutan Real Madrid, menang telah 5-0 atas Viktoria Plzen di Doosan Arena, Rabu (7/11/2018) atau Kamis dini hari WIB pada fase grup Liga Champions.

Tak sekadar meraih kemenangan, Real Madrid juga mencatatkan clean sheet dalam tiga pertandingan terakhir. Ini menjadi tanda kebangkitan Real Madrid usai rentetan hasil buruk di bawah asuhan Julen Lopetegui.

Namun,bagi pelatih sementara Real Madrid, Santiago Solari, timnya belum terbebas dari krisis. Masih ada banyak rintangan yang harus mereka lewati.

Kamu tidak mengenal Real Madrid. Kami selalu mengalami krisis yang permanen setiap saat, bahkan ketika kami memenangkan Champions,” ucap Solari di situs resmi klub.

Dengan hal yang dilakukan Solari selama tiga pertandingan menggantikan Lopetegui, dia mendapat dukungan menjadi pelatih permanen Real Madrid hingga akhir musim. Namun, Solari sendiri tak mau memikirkan itu.

Saya hanya dapat berpikir mengenai pertandingan yang berikut, apapun artinya, dan itu bagus menurut saya. Saya hanya dapat melihat tahapan berikutnya dalam rangkaian laga ini,” ujar pelatih asal Argentina tersebut.

Prediksi Singapura Vs Indonesia: Ada Anak Fandi Ahmad di Timnas Singapura

Pemain penyerang berusia 19 tahun, Ikhsan Fandi, akan menjadi ujung tombak serangan Singapura menghadapi Indonesia pada pertandingan pertama Grup B Piala AFF di Stadion Nasional Singapura, Jumat 9 November 2018.

Ikhsan akan mengawali debutnya di Piala Federasi Sepak Bola Asia Tenggara (AFF) ini setelah pelatih Singapura, Fandi Ahmad, banyak memasukkan pemain muda dan seluruhnya lokal ke dalam skuadnya.

Ikhsan, yang tak lain adalah anak kedua Fandi Ahmad, sudah mencetak tiga gol pada empat pertandingan persahabatan internasional Singapura melawan Kamboja, Mongolia, Fiji, dan Mauritius.

Tapi, sepak bola dalam permainan olahraga tim dan saya hanya salah satu bagian saya dalam tim. Jadi saya berhadap suporter melihat kami sebagai satu tim,” Ikhsan menambahkan.

Ikhsan tidak berpikir muluk-muluk soal ambisi menjadi pencetak gol terbanyak dalam kejuaraan Asia Tenggara ini. “Ini adalah tahun pertama bersama tim nasional dan ini akan menjadi penampilan pertama saya di Piala AFF Suzuki, sehingga tak berpikir sejauh itu.

Khairul Amri, pemain kawakan Singapura dan pernah bermain membela Persiba Balikpapan di Liga Indonesia, memprediksi Ikhsan akan mampu membobol gawang Indonesia.

Amri adalah sosok yang tenang sebagai senior. Ia banyak memberi masukan kepada saya selama latihan dan selalu berpesan selesaikan dengan baik setiap peluang mencetak gol, sekalipun itu dalam latihan,” kata Ikhsan.

Tiket menonton pertandingan Piala AFF ini telah terjual 30 ribu lembar dan sebagian besar dari mereka akan menjadi pendukung Ikhsan dan kawan-kawan.

Bangkit dari Kehancuran, 5 Hal yang Harus Dibenahi Solari di Real Madrid

Memasuki satu pekan pasca Santiago Solari menggantikan posisi Julen Lopetegui yang dipecat dari klub sepak bola Real Madrid, banyak tugas yang harus segera dilakukan untuk membenahi kehancuran klub di awal musim.

Real Madrid hampir di ambang kehancuran ketika dilatih oleh Julen Lopetegui. Dalam waktu empat bulan, raksasa sepak bola Spanyol itu hanya mengemas lima kekalahan dalam enam pertandingan, dan terlempat di posisi kesembilan klasemen La Liga Spanyol 2018/19.

Kedatangan Solari pun memberikan angin segar untuk Los Blancos berganti haluan kembali ke jalur kesuksesan melalui dua kemenangan beruntun pekan lalu.

Portal berita olahraga asal Spanyol, Marca, mengabarkan bahwa dalam satu pekan ini, bisa dilihat bagaimana perbedaan Solari dan Lopetegui dalam mengambil alih Santiago Bernabeu, terutama soal keputusan taktis yang dianggap lebih logis dibandingkan mantan pelatih Timnas Spanyol tersebut.

Misalnya, lebih yakin dalam memainkan bintang masa depan sepak bola Brasil, Vinicius Junior, yang sebelumnya jarang diberikan kesempatan oleh Lopetegui.

Lebih dari itu, Solari memiliki opsi jika Marcelo keluar maka dia memainkan Sergio Reguilon, dan sama halnya dengan  memainkan pemain pelapis macam Alvaro Odriozola ketika Dani Carvajal absen.

Selain itu.dalam dua pertandingan di bawah besutan Solari,Real Mardrid mempertahankan clean sheet berturut-turut.

Sejauh ini,pemain asal Argentina itu menunjukkan dia tidak terkait dengan satu permain dan dia tidak takut untuk melakuakn perubahan.

Kendati hanya menjadi pelatih sementara, mantan pelatih Real Madrid Castilla ini memiliki banyak tugas yang harus dilakukan demi membehani setiap lini klub senior agar mampu bersaing kembali di sepak bola liga domestik maupun Eropa.